+ Module 1 : Course Introduction
Orientation To The Classroom Enviroment
Pada Tabel diatas ini merupakan spesifikasi dari mesin virtual yang akan kalian buat setup-nya di dalam virtualbox. Tabel diatas merupakan spesifikasi yang disarankan untuk mesin virtual, namun kalian juga dapat mengatur nya sesuai dengan performa laptop/komputer kalian masing-masing. Disana terdapat 2 network ialah:
NAT Network Adapter = berguna untuk keperluan akses internet
Host-Only Network Adapter = berguna untuk akses remote
Ada beberapa hal yang harus kalian lakukan sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya, berikut:
1. Jika kalian belum mengunduh atau menginstall Virtualbox, kalian dapat menemukannya di link berikut untuk mengunduh atau menginstall versi terbaru dari Virtualbox klik disini
(Jika kalian mengalami masalah saat instalasi virtualbox seperti belum menginstal Microsoft Visual C++. Kalian cek versi dair arsitektur perangkat di Search Bar > About. Masuk ke link berikut klik disini , dan scroll kebawah "Latest Microsoft Visual C++ Redistributable Version" dan klik pada link sesuai dengan versi arsitektur perangkat kalian)
2. Nah setelah itu, Kalian install file image dari server yang telah disiapkan di salah satu platform berikut:
Setup NAT Network
1. Kalian masuk ke dalam Virtualbox, dan membuat NAT Network baru. Klik "File" pada bagian pojok kiri, pilih pada bagian "Tools" dan pilih "Network Manager" atau cara simpelnya kalian klik tombol pintasan (CTRL + H) kalian akan masuk pada opsi "Network Manager" dengan cepat.
Jika kalian mengalami masalah seperti tidak dapat menemukan Opsi "Network Manager" dan tidak bisa masuk ke dalam Opsi "Network Manager" walaupun sudah menggunakan tombol pintasan (CTRL + H). Mengatasinya cukup mudah, Klik "File" pada bagian pojok kiri, dan pilih "Preferences" atau klik tombol pintasan (CTRL + G), dari pilihan "Basic" kalian ubah menjadi "Expert", Klik OK dan masalah pun selesai.
2. Pada bagian Tab "Network Manager", kalian klik pada bagian "NAT Networks" menu dan pilih "Create" , masukkan nama NatNetwork lalu IP Address yang akan digunakan ialah 192.168.0.0/24, Contohnya seperti gambar dibawah
Setup Host-Only Network
1. Nah, Host-Only Networks ini tepat dipinggir "NAT Networks", kalian klik Tab "Host-Only Networks", kalian klik "Create", pada bagian bawah di bagian "Adapter" pilih "Configure Adapter Manually" ketik IP Address 10.10.10.1 dan Subnetmask 255.255.255.0 , seperti contoh gambar dibawah
Import Virtual Machine
1. File atau Image yang sebelumnya kalian install akan kita import ke dalam virtualbox, klik pada bagian pojok kiri atas "File" lalu pilih "Import Appliance" atau klik tombol pintasan (CTRL + I) , kalian cari tuh lokasi dari Image atau File yang sudah kalian download sebelumnya. Umumnya lokasi file tersebut akan berada di folder Downloads, contohnya seperti gambar dibawah
2. Pastikan pada bagian settings dari virtual machine yang akan kalian import sesuai ya (Sebenarnya, spesifikasi vm sudah di setting atau sudah disediakan sesuai dengan tugas, namun disini kalian dapat mengubahnya sesuai dengan performa Laptop/Komputer kalian)..
Network Configuration
1. Setelah kalian sudah import vm, kalian klik "Start" untuk menyalakan virtual machine
2. Tampilan CLI atau Console akan muncul, kalian dapat login menggunakan kredensial berikut:
user: student
password: Adinusa2024
(Kalian boleh dan diizinkan untuk mengubah password sesuka kalian)
3. Edit jalur atau direktori /etc/netplan/50-cloud-init.yaml dengan perintah sudo nano /etc/netplan/50-cloud-init.yaml seperti contoh dibawah:
Kalian lihat pada CLI milik saya diatas, kalian ketik lalu tambahkan seperti diatas. sesuaikan konfigurasi sama seperti Modul adinusa yang telah di berikan, atau samakan seperti saya.
4. Jika sudah, kalian klik tombol (CTRL + S) untuk menyimpan konfigurasi lalu (CTRL + X) untuk keluar dari konfigurasi.
5. Setelah menambahkan konfigurasi jaringan, kalian ketik perintah sudo netplan apply untuk mengkonfirmasi,, meverifikasi dan menjalankan netplan. Kalian dapat mengecek konfigurasi network yang kalian dapatkan sudah muncul atau tidak dengan perintah ip a. seperti gambar dibawah:
Create Snaptshot VM
Membuat snapshot diperlukan ketika vm kalian mengalami masalah atau error karena konfigurasi yang salah, hal ini perlu dilakukan agar disaat kalian mengalami masalah atau error, kalian tidak perlu menginstall ulang vm lagi.
1. Pertama-tama kalian harus mematikan vm yang berjalan.
2. Klik titk tiga pada vm lalu klik pada bagian "Snapshots"
3. Klik pada bagian "Current State" lalu klik "Take" selanjutnya kalian mengetik isi nama dan klik "OK"
4. Jika menyimpan snapshot berhasil, akan muncul tampilan nama nya seperti berikut
Restore Snapshoot VM
Mengembalikan snapshoot merupakan suatu cara loh untuk mengembalika kondisi VM sama seperti kondisi kalian menyimpan snapshoot sebelumya. Mengembalikan snapshoot dilakukan ketika VM kalian terjadi sebuah kesalahan konfigurasi dimana dapat membantu kalian banget, alih-alih membuat ulang VM nya lagi. Berikut caranya:
1. Pastikan dulu kondisi VM sudah di "Shutdown" atau "Powered off"
2. Klik pada bagian nama snapshoot nya, lalu klik "Restore"
Verifikasi Lab
1. Sekarang kalian cobalah untuk mengakses ke jaringan internet dengan mengirim data atau ping menuju google.com
2. Kalian juga dapat mencoba untuk meremote VM nya, apakah bisa atau tidak. untuk akses remote menggunakan ip host 10.10.10.11 karena disini saya menggunakan windows, saya akan menggunakan Putty...
Masukkan Host Name atau IP Address, untuk port biarkan default lalu Klik "Open"
Login as: student
student@10.10.10.11's password: Adinusa2024
Kenapa sih kita harus mempelajari tentang Linux?
Linux adalah teknologi penting yang banyak digunakan di berbagai bidang, mulai dari infrastruktur internet, sistem keuangan, perangkat hiburan, hingga superkomputer dan komputasi awan. Sebagai sistem operasi open-source, Linux menjadi fondasi bagi banyak inovasi TI, termasuk komputasi awan, kontainer, penyimpanan berbasis perangkat lunak, dan solusi big data.
1. Penggunaan Luas Linux
Dipakai di web, e-commerce, pasar saham, perangkat IoT, dan hiburan (seperti smart TV dan sistem penerbangan).2. Peran Penting di TI Modern
Mendominasi superkomputer, komputasi awan, dan data center, bersaing dengan Windows.3. Alasan Kalian harus Memelajari Linux
- kemampuan dan sistem Linux untuk secara aman dan otomatis bertukar data tanpa memandang hal apapun dengan Windows.
- Hosting aplikasi dan runtime di pengembangan perangkat lunak.
- Sistem operasi utama di cloud (public maupun private).
- Dasar untuk perangkat mobile dan IoT.
- Keterampilan Linux sangat dicari di dunia IT.
Distribusi Linux & Red Hat Enterprise Linux (RHEL)
- Linux Distributions = Varian Linux yang dikemas dengan tool dan fitur berbeda (contoh: Ubuntu, Fedora).
- RHEL = Distribusi Linux komersial yang stabil dan didukung penuh, populer di perusahaan dan data center.
Open-Source = Linux itu bersifat open-source, artinya kodenya dapat dimodifikasi dan didistribusikan ulang, mendorong kolaborasi dan inovasi.
Dengan dominasi Linux di berbagai sektor, pemahaman tentang Linux menjadi keahlian kritis bagi profesional IT.
Apa hal yang membuat Linux ini Hebat atau Unggul?
Linux adalah sistem operasi yang unggul karena sifatnya yang open-source, antarmuka command-line (CLI) yang powerful, dan desain modular yang fleksibel.
1. Open-Source
- Kode sumber Linux dapat diakses, dimodifikasi, dan didistribusikan ulang secara bebas.
- Memungkinkan inovasi lebih cepat melalui kolaborasi komunitas.
2. Command-Line Interface (CLI) yang Kuat
- Dirancang untuk administrasi sistem melalui CLI sejak awal.
- Memudahkan otomatisasi, deployment, dan manajemen sistem (lokal/remote).
- Lebih efisien dibanding sistem operasi lain yang mengandalkan GUI.
3. Desain Modular
- Komponen Linux dapat diganti atau dihapus sesuai kebutuhan.
- Dapat disesuaikan untuk berbagai keperluan, mulai dari workstation pengembangan hingga perangkat ringkas (software appliance).
Apa sih Perangkat Lunak Open-Source ini?
Perangkat lunak open-source adalah perangkat lunak yang kode sumbernya dapat digunakan, dipelajari, dimodifikasi, dan dibagikan secara bebas oleh siapa pun. Berbeda dengan perangkat lunak proprietary/closed-source, lisensi open-source memberikan hak penuh kepada pengguna untuk memodifikasi dan mendistribusikan ulang kode tersebut.
1. Definisi & Perbedaan dengan Closed-Source
- Open-Source: Kode sumber terbuka untuk umum, bisa dimodifikasi dan dibagikan (contoh: Linux, Android).
- Closed-Source: Hanya pengembang tertentu yang bisa akses kode sumber (contoh: Windows, macOS).
2. Hak Pengguna Open-Source
- Bebas menjalankan, mempelajari, mengubah, dan mendistribusikan ulang kode.
- Lisensi open-source (seperti GPL, Apache) memastikan hak ini dilindungi.
3. Manfaat Open-Source
- Kontrol: Memeriksa dan memodifikasi kode sesuai kebutuhan.
- Edukasi: Belajar dari kode dunia nyata untuk pengembangan skill.
- Keamanan: Memeriksa kerentanan dan memperbaiki tanpa bergantung pada pengembang asli.
- Stabilitas: Kode tetap hidup meskipun pengembang awal berhenti.
4. Open-Source dalam Bisnis
- Dapat digunakan secara komersial (contoh: Red Hat menjual dukungan dan solusi berbasis open-source).
- Beberapa lisensi memperbinkan integrasi dengan produk closed-source
5. Dampak Positif
- Mendorong kolaborasi, transparansi, dan inovasi cepat.
- Mendukung ekosistem teknologi modern (cloud, IoT, AI).
Apa itu lisensi Open-Source?
Lisensi open-source adalah lisensi yang memenuhi Definisi Open-Source, memungkinkan perangkat lunak untuk digunakan, dimodifikasi, dan dibagikan secara bebas. Lisensi ini harus disetujui oleh Open Source Initiative (OSI melalui proses peninjauan.
1. Fungsi Lisensi Open-Source
- Memungkinkan pengguna untuk memecahkan masalah dan memahami kode dengan lebih baik, terutama ketika dokumentasi kurang atau tidak akurat.
- Menentukan apakah modifikasi kode diperbolehkan dan syarat redistribusinya (misalnya, kewajiban membagikan modifikasi secara publik).
2. Kategori Utama Lisensi Open-Source
- Copyleft: Kode turunan harus menggunakan lisensi yang sama seperti kode asli (contoh: GNU GPL).
- Permissive: Memberikan kebebasan lebih untuk penggunaan ulang, modifikasi, dan distribusi tanpa syarat ketat (contoh: MIT, Apache 2.0).
3. Contoh Lisensi Populer
BSD 2-Clause ("Simplified/FreeBSD")
GNU General Public License (GPL)
GNU Lesser General Public License (LGPL)
Common Development and Distribution License
Distribusi Linux
Apa itu Distribusi Linux?
Distribusi Linux merupakan paket sistem operasi lengkap yang dibangun di atas kernel Linux, dikemas dengan berbagai komponen pendukung seperti desktop environment, aplikasi, dan tools manajemen sistem. Berikut penjelasan komprehensif tentang jenis dan karakteristik distribusi Linux:
1. Klasifikasi Distribusi Linux
A. Distribusi Inti (Core Distributions
Merupakan sistem operasi Linux komplit dengan:
- Kernel Linux versi terbaru
- Multiple desktop environment (GNOME, KDE, dll)
- Ribuan aplikasi pre-compiled
- Package management system
- Karakteristik:
- Ukuran besar (biasanya 4+ GB)
- Proses instalasi kompleks dengan banyak opsi
- Contoh: Debian, Fedora, openSUSE
B. Distribusi Spesialis (Specialized Distributions)
Dikembangkan untuk kebutuhan spesifik:
- Keamanan jaringan: Kali Linux
- Multimedia produksi: Ubuntu Studio
- Forensik digital: CAINE
- Bisnis/perkantoran
Fitur unik:
- Auto-configuration untuk hardware
- Hanya menyertakan paket relevan
- Banyak berbasis Debian/Ubuntu
C. LiveCD Distributions
Sistem operasi portable yang berjalan dari media removable:
- CD/DVD
- USB flashdrive
- Bahkan dari jaringan (PXE boot)
Keunggulan:
- Zero-installation
- Aman untuk testing
- Recovery tool
Keterbatasan:
- Performa lebih lambat
- Perubahan tidak persisten
2. Evolusi Format Distribusi
Perkembangan media distribusi Linux:
Era Awal (1990an):
- Puluhan floppy disks
- Proses instalasi sangat manual
Era CD-ROM:
- 1-6 CD instalasi
- Proses lebih mudah
Era Modern:
- Single DVD/USB image
- Network-based installation
- Cloud images
3. Contoh Distribusi Penting
Untuk Server Enterprise:
- Red Hat Enterprise Linux (RHEL)
- SUSE Linux Enterprise
- Ubuntu Server LTS
- Debian Stable
Untuk Desktop:
- Ubuntu Desktop
- Linux Mint
- Fedora Workstation
- elementary OS
Special Purpose:
- Kali Linux (security)
- Tails (privacy)
- Raspberry Pi OS (IoT)
- Alpine Linux (container)
4. Pertimbangan Memilih Distribusi
Faktor yang perlu dipertimbangkan:
Tujuan Penggunaan
- Server vs Desktop
- Kebutuhan spesifik (dev, multimedia, dll)
Dukungan Hardware
- Driver compatibility
- Architecture support
Ekosistem Paket
- Package manager (APT, RPM, dll)
- Software availability
Dukungan Komunitas
- Dokumentasi
- Forum support
- Update cycle
5. Tren Terkini
Perkembangan terbaru dunia distribusi Linux:
- Immutable distributions (Fedora Silverblue)
- Cloud-native distros (Flatcar, Amazon Linux)
- WSL distros (Windows Subsystem for Linux)
- Container-optimized distros
Command Line vs. Graphical Interface
Perbandingan Antarmuka Command Line (CLI) dan Graphical (GUI)
1. Command Line Interface (CLI)
Keunggulan:
- Lebih fleksibel dan memiliki kemampuan lebih luas
- Menghilangkan lapisan abstraksi GUI
Kekurangan:
- Administrator perlu menghafal atau mencari perintah tertentu
2. Graphical User Interface (GUI)
Contoh desktop environment Linux:
- GNOME
- XFCE
- LXDE
- KDE
- MATE
- Cinnamon
- Budgie
Keterbatasan:
- Bervariasi antar distribusi dan versi Linux
- Banyak server tidak menginstal GUI
Pendekatan dalam Module Ini
Fokus pada command line karena:
- Konsisten di hampir semua distribusi Linux
- Lebih relevan untuk administrasi server (yang sering tanpa GUI)
Bisa diakses melalui:
- Konsol lokal
- Terminal emulator (seperti `gnome-terminal`)
- Koneksi remote (`ssh` atau `VPN`)
- Pengecualian hanya saat membutuhkan akses fisik (misalnya boot ke rescue mode)







Komentar
Posting Komentar